Wisatawan Jepang Tertarik Dengan Nuansa Pedesaan Di Bali

KJRI Osaka Jepang dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membawa para media sampai para vlogger untuk melihat sisi lain dari Bali.

Padahal baru saja mereka terpesona dengan keseruan saat melakukan petualangan di Labuan Baji. Mereka datang ke Ubut dan langsung disambut di Bali Swing, salah satu atraksi yang sangat luar biasa untuk memacu adenalin dan memikat para wisatawan untuk mencobanya.

“Wow, ini sangat fantastic. Ayunannya benar-benar sangat memacu adenalin. Sayang sangat suka ini. Wisatawan muda dari Jepang harus mencobanya kalau datang ke Bali,” ujar Akemi Takeuchi, selaku perwakilan dari Japan Cycling Comunity, Radio DJ dan blogger dari Real Co., Ltd.

Bisa dibilang kalau wahaya ayunan seperti Bali Swing ini memang sedang menjadi trend terbaru saat menikmati sensasi wisata petualangan di Bali. Serunya sungguh kebangetan. Kalau sedang berada di Bali Swing, para wisatawan akan mendapatkan ayunan yang dikaitkan dengan dua buah batang pohon kelapa. Tepatnya dibawahnya terdapat jurang dan juga persawahan para masyarakat sekitar. Kemudian didepannya juga terbentang perbukitan yang sangat indah dan hijau.

Adrenalin pun akan langsung terpacu, tubuh akan langsung meluncur bebas selama beberapa menit. Pertama kalinya meluncur mungkin saja akan membuat jantung berdebar-debar, tetapi setelah itu tubuh mulai terasa rileks dan anda akan merasa terkesima dengan panorama yang ada di sekitar.

Anda juga bisa menikmati sensasi unik saat naik mobil VW Safari tua pada saat menuju ke Bali Swing. Anda akan disajikan dengan pemandangan persawahan khas Ubud yang membuat pikiran Anda menjadi tenang.

Terlepas dari keseruan Bali Swing, para wisatawan akan dibuat takjub dengan kenikmatan kuliner khas Bali. Pilihannya tersedia di Resto Hujan Locale, salah satu restoran yang menyajikan kuliner asli dari dapur rumah tangga khas Asia.

Restoran Hujan Locale juga menyajikan hidangan yang sederhana dan segar. Hasil pertanian dan kebun juga memberikan inspirasi di dapur Hujan Locale yang disajiikan disetiap sajiannya. Interiornya yang bergaya artdeco yang sangat ciamik. Gambar dindingnya bertema tumbuh-tumbuhan tropis yang bergaya cetak lawas juga menambahkan kesan klasik pada restoran yang terletak di Jl. Sri Werdari, Ubud ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *